RAHASIA KENAPA MESIN ISUZU SANGAT ANDAL

Isuzu merupakan pabrikan otomotif yang sangat terkenal dalam membuat mesin diesel andal, tangguh dan mengantongi efisiensi bahan bakar yang apik. Di balik itu semua, terdapat pula sebuah sistem common-rail yang menyokongnya. Nah, saat Isuzu membuat perangkat lunak Electrick Control Unit (ECU) untuk diesel common-rail (CRD) baru, pabrikan memperhitungkan banyak hal demi tercapainya keseimbangan sempurna antara daya dan keandalan sebuah mesin. Lantas seperti apa?

"Mesin-mesin Isuzu direkayasa untuk menghasilkan tenaga dan tendangan torsi yang cukup (tidak berlebihan) agar tekanan mesin tidak terlampau tinggi. Tujuannya untuk mengurangi keausan engine dan meningkatkan umur komponen. Keandalan ditentukan dengan menciptakan campuran bahan bakar / udara yang optimal dan memastikan bahwa panas yang dihasilkan oleh proses pembakaran adalah konstan dan juga disemprotkan secara seragam," Papar Iwao Sasaki, Chief Engineer Isuzu Motors Limited's PT Product Planning & Engineering Dept.

Upaya desain mesin yang dilakukan Isuzu, ditujukan untuk menghasilkan torsi maksimum pada putaran mesin rendah — di bawah 2.000 rpm — karena pada kecepatan tersebut, konsumsi bahan bakar paling ekonomis dan karakteristik respons mesin dianggap positif yaitu memiliki daya tarik (pulling power) yang bagus.

Pengembangan mesin diesel bagi Isuzu adalah evolusi konstan. Ambilah contoh terbaru dari mesin diesel 4JJ1, yang menggerakkan Isuzu D-MAX dan MU-X. Jantung mekanis yang tersemat pernah diuji dengan ketat sejauh empat juta kilometer! Isuzu bekerja tanpa lelah untuk lebih meningkatkan mesin dieselnya. Racikan tersebut dilakukan untuk menghasilkan output dan daya tahan yang lebih tinggi, sambil mempertahankan efisiensi termal terdepan di kelas mesin diesel 3-liter. Pada saat yang sama, perusahaan menuangkan energinya ke dalam proses R&D mesin diesel yang bersih dengan tujuan mengurangi emisi partikulat (PM) dan nitrogen oksida (NOx).

Namun di luar itu semua, kontaminasi bahan bakar adalah salah satu musuh terbesar dari mesin common-rail. Kemudian penggunaan bahan bakar berkualitas buruk pun akan memiliki efek negatif pada sistem bahan bakar CRD. Filter bahan bakar dan pemisah air tidak dapat menghapus semua jejak air, terutama sekali campuran bahan bakar dan air menjadi teremulsi.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, Isuzu sudah memiliki jawaban saat membangun mesinnya agar kuat melawan kerusakan seperti itu. "Pertama, kami mengadopsi filter bahan bakar terbaik, yang memiliki efisiensi filtrasi untuk memisahkan air. Kedua, kami memasang filter yang sudah sepaket dengan sistem alarm berbasis sensor level air. Selain itu, injektor bahan bakar juga disusun dengan lapisan khusus, yang melindungi terhadap zat asing," pungkas Sasaki.